“Lena, maju ke depan,”suruh Bu Guru. Lena menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lena adalah anak yang cantik dan memakai kacamata berwarna ungu.
Tentu saja, ia pintar sekaliiiiii. Memang Lena adalah anak yang pintar,
tapi sayang ia pemalu!?!
Tidak mengembangkan bakat ya! Sama halnya dengan sekarang, ia disuruh
Bu guru mengerjakan no.2 matematika di papan tulis, padahal soalnya
gampang. Ini soalnya 100 x10 =......
Sebenarnya Lena dapat mengerjakannya, tapi ia malu besar!? Bu guru
hanya dapat menghela napas dan menyuruh Via teman sebangku Lena
mengerjakan.
”Lena jangan malu lagi!” tegur Bu guru. Lena pun mengacuhkannya dan Lena pergi ke kantin bersama Via.
Di kantin...
“Bang, dua paket kidzu, ya!”pinta Lena. Abangnya mengangguk-angguk.
Sesaat kemudian, abangnya datang membawa 2 paket KIDZU. Isi KIDZU adalah
nasi, telor, dan ayam pok-pok. Lezat ya! Slurrp.. Yum.. Ahh. Minumnya
air mineral.
Sambil makan mereka mengobrol tentang acara ultahnya Robi, anak kepala sekolah. Kabarnya, di pesta itu ada"Kuis Cerdas Cermat"
Sebenarnya Lena ingin ikut, tapi ia malu. "Len, kamu harus
menghilangkan rasa malumu supaya kamu bisa ikut lomba itu!"ujar Via
menyemangati.
Lena sudah bosan mendengar nasihat seperti itu. Ya.... dari mama,
papa, Via, Bu Guru, Pak Guru, Kak Vio, dan lainnya.. Kak Vio adalah
guru les bimbelnya Lena. Wowwww.... banyak ya yang menegur Lena. Di
dalam hati, ia berjanji akan berlatih untuk tidak malu lagi! "Aku pasti
bisa!" tekad Lena di dalam hatinya.
Di rumah...
"Mama, aku mau mengikuti lomba cerdas cermat di ultahnya Robi!" kata Lena kepada mamanya yang sedang membaca koran
Mama pun hanya berkata,"Nanti belajar sama Kak Vio ya, Len!".
Lena mendengus kesal karena mamanya menganggap bahwa Lena tidak dapat
melakukannya. Lena segera ke depan rumah untuk membukakan pintu untuk
Kak Vio.
"Halo Kak Vio!"salam Lena ramah. Jangan salah, Lena itu anak yang sopan
loh! Lena langsung menceritakan kepada Kak Vio tentang lomba cerdas
cermatnya Robi. Tetapi Kak Vio hanya tertawa. "Kamu ada-ada saja Len.
Kamu kan pemalu," ujarnya sedikit mengejek.
Lena malu, marah, dan kesal. Perasaan itu tercampur aduk. Ia pun segera berlari ke kamarnya, sambil menangis tersedu-sedu.
"Hiks..hiks.. kenapa Kak Vio nge-tawain aku ?" tangisnya. Akhirnya Lena
belajar sendiri tentang matematika, bahasa Indonesia, biologi, dan
lainnya.
Saat berangkat...
"Aku pakai baju ini saja lah!"gumam Lena HAPPY. Lena memakai baju pink
balon,j am tangan kelap-kelip,s epatu hak sedang! Woww..keren ya!
"Ma ayo berangkat!" kata Lena. Mama pun segera melajukan sedannya.
"Selamat ulang tahun Robi," ucap Lena sambil menyalami Robi.
"LENA!!" panggil Via. Lena segera berlari ke tempat Via mangkal alias duduk (^_^)
Prosesi acara ulang tahunnya Robi adalah: 1.Salam dari Robi, 2.Makan bersama, 3.Lomba cerdas cermat, 4.Pembagian bingkisan.
Eh... teman-teman, ada kejadian lucu. Waktu acar salam dari Robi, karena
pidatonya lama (1 jam) sampai-sampai Lena ketiduran! Hi..hi.. untungnya
Via menyipratkan air dingin ke mukanya. Akhirnya Lena pun tersentak.
"Aku ada di mana ya?" katanya setengah tidur.
"Ya ampun, Len!Kamu tuh ngelewatin acara makan!" kata Via panik. Lena
segera mengambil piring, sendok, dan garpu, lalu piring itu diisi dengan
nasi goreng, nugget, dan minumnya lemon tea. Ia pun makan dengan lahap.
"PERHATIAN BAGI YANG IKUT LOMBA CERDAS CERMAT HARAP KE DEPAN
PANGGUNG! NAMA YANG SAYA PANGGIL SILAHKAN KE PANGGUNG: INDRA, LENA,
MARINA, EDY, DAN SALSA!" jelas pembawa acara lewat mikrofon.
Lena langsung maju ke depan panggung dan berdoa kepada Tuhan agar ia di beri kelancaran dalam menjawab pertanyaan.
Via pun menyemangatinya, "Ayo Lena!" serunya. Lomba pun di mulai...
"Nanti juri akan memberi pertanyaan, siapa yang bisa menjawab harap
menekan tombol," kata pembawa acara."Siap!Mulai!" Pluit pun di tiup.
"Siapa nama bapak koperasi?" tanya juri. Lena segera memencet tombol."Drs.Moh.Hatta" Penonton bersorak.
"Jelaskan ciri-ciri pantun!" tanya juri lagi.Tapi sayang Lena lupa,
jadi anak yang bernama Edy menjawab pertanyaan itu seperti habis
kemasukan setan pinter. Padahal Edy itu katanya anak bodoh! Segala
pertanyaan pun di lontarkan oleh juri, sampai akhirnya skor akhir:
Indra 40, Lena 100, Marina 85, Edy 99, Salsa 76. Fiuhhh... beruntung
Lena berbeda 1 poin dengan Edy. Lena mendapatkan piala dan uang senilai
satu juta rupiah.
Edy bersalaman dengan Lena. Tiiba-tiba Via datang dengan tergopoh-gopoh
menuju Lena. "Selamat Len,kamu bisa mengalahkan malumu!" ucap Via
senang. Kebetulan Kak Vio datang ke acara itu bersama mama dan papanya
Lena."Maafkan kakak ya! Karena telah melukai hatimu!"kata Kak Vio tulus.
Lena paling tidak suka mendendam pada orang yang sudah meminta maaf jadi
Kak Vio ia maafkan. Ia pun pulang dengan hati yang senang, gembira, dan
puas.
Keesokan harinya...
"Wah Lena rajin ya!" puji Bu guru.Yap! Lena sekarang menjadi pemal...eh
pemberani. Semua orang puas melihatnya, sampai-sampai Lena di panggil
"Superhero Lena"
Ya itulah akhir kisah dari si Pintar tapi Pemalu!?!?